Kamis, 16 November 2017

Kisah yang baru dengan penggalan bagian masa lalu

hello!

do you ever feel, dissapointment, sadness, and madness at the same time?
I dont even know what should I do with this situation.
So, I just want to tell you my story.

Jadi.. ini berawal ketika aku memulai cerita yang baru di kampus baruku setelah aku berhasil di wisuda dengan predikat cumlaude dengan ipk tertinggi di jurusanku, 3,89 di bulan agustus kemarin.

Langkah selanjutnya yang kuambil adalah menyelesaikan pendidikanku di jenjang S1, dengan cara melakukan ekstensi di kampus lain, karena UGM tidak menerima program tersebut.

Awalnya (dan bahkan hingga sekarang) aku tidak tertarik untuk masuk kuliah dan melanjutkan kuliahku karena gelar dan nilai yang sudah kudapat di kampus sebelumnya, dan itu tergolong sangat bagus.
Seminggu pertama perkuliahanku yang seharusnya digunakan untuk ospek, kugunakan untuk liburan dan melepas penat selama 10 hari di pulau dewata dan lombok serta gili trawangan. Di minggu kedua, aku baru mengikuti perkuliahan dan itu juga hanya 3 hari, karena di akhir minggu aku pergi berlibur (lagi) dengan dia yang dulu. minggu ketiga perkuliahan, sepulang dari liburanku bersamanya dan teman-temannya, ketika aku merasa ada yang janggal dengan kepulangannya, masih membekas dan teringat jelas di benakku..

Disitulah orang lain yang sangat tidak kuduga, datang dan merubah segalanya pada tanggal 26 sept 17
Aku tidak pernah menyangka, ketika aku sedang bingung dan tak tau harus berbuat apa dengan keadaanku dan dia.. di malam itu, maupun malam malam setelahnya, aku tidak pernah merasa excited dengan kehadiranmu, kamu hanya kuanggap sama dengan yang lain, yang kufikir hanya datang dan tidak akan merubah apapun

Jujur, awalnya pun aku merasakan hal itu.. awalnya tidak ada yang berubah dengan kehadiranmu, aku masih saja sama. masih terjebak dengan kenangan lama. hal yang tidak pernah kamu ketahui selama kita masih dekat, adalah sepulang dari mengantarmu. aku masih saja selalu teringat akan dirinya disana. kufikir ini adalah kesalahan terbesarku, karena memulai kisah yang baru ketika bahkan aku masih terjebak dengan kisah yang belum selesai.

Dan.. aku benci, sangat membenci kelemahanku tetapi bahkan aku tidak bisa mengontrol itu semua. Dengan semua teman laki-laki yang kupunya, dengan lingkup yang selalu bersama laki-laki di setiap pertemananku, sebenarnya aku sangat mudah jatuh cinta. ya. tidak ada yang menyangka dengan hal ini pastinya. Aku mudah jatuh cinta, dengan satu catatan: orang tersebut memang sudah kuperbolehkan masuk ke dalam hidupku. dan sialnya lagi, ketika aku jatuh cinta, aku tidak main main dengan perasaanku. aku mencintainya, dan benar-benar mencintainya. meskipun seringnya, ketika kami belum bersama, tak sedikit dari mereka yang meninggalkanku ketika ku sudah terlanjur jatuh cinta karena persoalan yang sama.


kamu harus tau,
awalnya aku bahkan sudah takut dengan nama panggilan yang kamu miliki.
persis dengan orang yang pernah meninggalkanku dengan alasan yang sama
awalnya aku takut untuk menerimamu hadir dalam hidupku,
tetapi aku tepis semua ketakutanku karena kuanggap itu tidak masuk akal, jika yang kutakuti adalah perihal yang sama hanya karena persamaan nama panggilan

selang waktu berjalan,
aku tidak pernah menyangka bahwa kehadiranmu membuatku sadar
sadar bahwa aku layak diperlakukan dengan baik
sadar bahwa aku layak mendapatkan seseorang yang sabar dengan sifatku
sadar bahwa aku berhak merasakan hal-hal yang belum pernah kurasakan sebelumnya
dan semua itu kudapatkan ketika kamu ada di dekatku

aku tidak pernah berharap orang itu datang di waktu seperti sekarang
terlebih, aku tidak pernah berharap bahwa orang itu adalah kamu

disaat bahkan aku sudah siap untuk melepaskan segala hal dibelakangku bersamanya,
disaat bahkan aku sudah lebih memilihmu dibandingkan dengannya
disaat bahkan aku sudah lebih khawatir dengan perasaanmu dibandingkan perasaannya.

kamu pergi secara perlahan
perlahan kamu tidak menuruti apapun yang kuinginkan seperti kemarin
perlahan kamu tidak dapat membuatku tertawa seperti kemarin
perlahan kamu tidak mencariku ketika ku tak ada
perlahan tapi pasti,
kamu hilang

kebingungan aku mencari penyebab itu
kebingungan aku bertanya pada diriku sendiri atas apa yang kurasakan
apa kemarin nyata, atau ilusi
apa kemarin hanya aku yang merasakannya
apa kemarin hanya bayang-bayangku saja yang terlalu cepat mengartikan sikapmu yang abu-abu
apa kemarin perlakuanmu kepadaku sama seperti perlakuanmu terhadap lainnya

berhari-hari ku cari
dan ketika ku menemukan jawabannya

ternyata kamu tidak menginginkan pertemanan sesama lelaki, rusak jika kelak dikemudian hari ada orang yang tertarik akan aku di dalam lingkup pertemanan kita.
dan aku sangat, sangat membenci alasan itu.
tau kenapa?
karena aku sangat sering merasakan hal ini
aku seringkali dijadikan korban perasaan ketika ku sudah nyaman dengan mereka-mereka yang meninggalkanku


tau apa yang kurasakan?
let me tell you how its feels
karena aku pasti tidak pernah menunjukannya

aku marah, kecewa, sedih, di waktu yang bersamaan
aku marah kepadamu, karena kamu tidak bertanggung jawab atas rasa nyamanku yang sudah kamu ciptakan
aku kecewa kepadamu, karena dengan mudahnya kamu pergi dari hidupku
aku sedih atas keputusanmu, karena kamu lebih memilih tak ingin pertemanan kita rusak, tanpa kamu membicarakan kepadaku apa yang seharusnya kita lakukan

setelah...
semua yang kita lewati, kamu buat indah, kamu membuatku seperti wanita paling bahagia dengan segala perlakuanmu

akhirnya kuputuskan untuk menjauh darimu
karena ku pikir kamu pun tak merasa ada yang hilang ketika ku tak ada
akhirnya ku putuskan untuk kembali bersama dia yang dulu,
agar aku dapat kembali merasakan indahnya rasa itu lagi
setelah rasaku kau buang sia-sia

tetapi..
pada kenyataannya, ketika ku bersamanya
yang kuingat justru kamu
ketika tak ada dia disampingku, yang ada dipikiranku justru kamu

meskipun pada kenyataannya saat ini,
aku sudah memilihmu dibanding dirinya meskipun tak sedikit dan tidak pendek cerita yang sudah kurangkai bersamanya
aku sudah menjaga perasaanmu agar tidak pernah mengetahui latar belakangku dengannya
aku sudah menganggap kamu lah yang selama ini kucari dengan segala sifat yang kamu miliki

kamu tidak pernah tau,
beberapa hal yang selama ini kusimpan dengan baik
adalah beberapa hal yang kutau akan menyakitkanmu

jujur,
aku jahat disini
karena telah mencintai dua orang di waktu bersamaan
aku tak pernah berharap maupun menginginkan berada di posisi seperti ini
aku jahat kepadanya, tapi pun aku tak bisa membohongi perasaanku
bahwa aku juga menginginkanmu disampingku, meskipun disampingku sudah ada dirinya



aku egois aku tau akan hal itu
awalnya kuanggap kamu menjauhiku karena kamu jahat dan tidak bertanggung jawab ketika ku sudah terlanjur jatuh cinta padamu

tetapi setelah waktu berjalan, aku mengetahui alasanmu
mengapa kamu memilih meninggalkanku dengan alasan yang kamu buat untuk meyakinkanku bahwa kamu baik-baik saja
aku tau ada orang lain, dan orang itulah yang menyebabkanmu mundur secara perlahan
maafkan aku, jika aku menilaimu seperti itu kemarin
aku memang belum dewasa untuk menyadari suatu hal dengan cepat
maafkan aku, karena aku tau ini pun tak mudah untukmu
meskipun kamu tidak menunjukannya secara terang-terangan

aku bahkan tak tau, harus bersikap bagaimana terhadapmu saat ini,  terhadap pertemanan ini
haruskah ku bersikap biasa saja kepadamu ketika sejujurnya aku tak bisa mengontrol perasaanku ketika aku ada di dekatmu?
haruskah ku bersikap dingin, seperti sikapmu kepadaku saat ini agar perasaan ini dapat hilang seiring berjalannya waktu?
mungkin lebih baik kita menjalani semuanya dengan dingin agar tidak ada lagi perasaan diantara kita, seperti itu bukan yang kamu inginkan?


mungkin sebagai penutup,
Jika aku mendapatkan kesempatan kedua untuk memilih
aku akan memilihmu, dan dengan tegas akan meninggalkannya demi kamu, ki